Sabtu, 04 Maret 2017

Journey?

Jadi ginikan, dulu waktu saya sd saya sekolah di salah satu sd swasta di kota saya. Sd itu termasuk sd yang “agak” terkenal lah. Soalnya, sd itu milik salah satu perusahaan BUMN di indonesia. Dan dulu yang bersekolah disitu adalah  hanya anak dari pegawai BUMN tersebut saya. Dan sekolah itu difasilitasi bus sekolah antar jemput. Dulu waktu saya masi kelas 3 atau 4 gitu, baru dibolehkan untuk naik bus. Sebelumnya saya di antar jemput orang tua saja. Hari pertama saya naik bus, saya naik yang arah pulang saja.
Bus yang menjemput dan mengantar anak sekolah itu ada dua. Dan keduanya saling berbeda arah, makanya hal itu yang membuat saya takut naik bus, kali kali kesasar dan saya belum bisa ngomong kalo saya kesasar.
Hari itu saya bilang sama teman saya, saya bilang, “fan, nanti kawani aku naik bus ya, aku mulai hari ini naik bus”. Itu lah yang saya katakan pada teman sya. Fanny namanya. Mulai lah saya bersekolah dan belajar seperti biasa.
Waktu pulang pun tiba, saya langsung saya mendatangi fanny. Saya bilang “fan, jangan kemana mana. Aku gak pande pulang naik bus”. Kami menunggu bus jemputan datang . tapi bus itu lama menjemput kami. Dan saya pun merasa haus , sehingga saya beli minum sama bang abang tukang es campur. Fanny bilang “de cepet , bus nya uda datang” lalu fanny pun menghilang tak terlihat lagi . pikir hati “fanny pasti udah di bus” . setelah es sudah saya dapatkan. Sayapun naik di bus itu . bus tersebut sudah penuh . saya cuek karna saya pikir fanny sudah duduk , dan tidak mencari fanny .
Dan jalan lah bus tersebut. Sayapun duduk sambil menikmati es campur. Setelah itu saya mulai melihat keadaan sekitar, kok saya gak ada melihat tetangga saya di dalam bus , dan arah bus tersebut juga bukan ke arah rumah saya . tak lama saya melihat teman saya yang rumahnya di pelawi. Tempat yang berbeda arah dengan rumah saya. Dia bilang “mau ke mana de” ? mau pulang lah saya bilang . tak lama dia bilang “kau salah bus, ini bus pelawi bukan bus tangkalagan “. Dan saya hanya terdiam . saya gak berbicara apapun . pandangan saya kosong , saya ingin lari kehutan , kemudian ke pantai . halahhhhhh. Gak deng . wkwkwkw.
Lalu saya menangis . sampe petugas bus nya bertanya “kok nangis dek?”. Saya yang membahasakan diri saya adek pun menjawan “rumah adek di komplek tangkalagan om adek salah bus” . dan satu bus kalang kabut. Wkwkwkwk. Dan untungnya petugas bus itu kenal dengan alm.ayah saya . sehingga dia menelpon dan bilang “pak, anak bapak nangis ini. Salah bus. Dia naik bus pelawi bukan bus tangkalagan” lalu ayah saya menjawab “udah bawak aja dia dulu jalan jalan, nanti pas balik lagi ke sekolah telpon saya, dan dia suruh tunggu di pos saja. Nanti saya jemput” lalu om petugas itu bilang lah apa yang ayah saya sampaikan . tapi saya gak berenti menangis .
Dan hal yang membuat saya menangis gak berhenti berhenti itu apa ? . itu tepat tanggal 24 juli. Dimana saya berulang tahun , dan di janjikan kami akan ke medan untuk main timezone. Dan karena saya kesasar salah bus. Jadinya saya gak jadi kemedan . hehehhe

Saya merasa pelajaran dari kejadian ini buat saya lebih teliti untuk memastikan keputusan yang salah ambil, untung saja saat itu petugasnya kenal sama ayah saya. Kalo tidak ? mau di turunkan dimana saya? Pasti orang rumah khawatir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar