Sabtu, 04 Maret 2017

Contoh metode penyelesaian masalah

Seorang programmer biasanya membuat program berdasarkan rancangan yang telah dibuat sebelumnya baik oleh programmer itu sendiri maupun oleh seorang analis sistem. Jarang sekali orang membuat program komputer tanpa merancangnya lebih dahulu apalagi bila masalah yang ingin diselesaikan berskala besar dan rumit.

Ada 2 tahap yang biasanya dilakukan untuk menyelesaikan masalah menggunakan program komputer:
  1. Tahap Perancangan Solusi
  • Perumusan masalah, di antaranya meliputi kegiatan untuk menentukan input, output dan proses yang diperlukan untuk menghasilkan output.
  • Tujuan tahap ini adalah menghasilkan algoritma yang handal untuk menyelesaikan masalah.
  • Algoritma adalah rangkaian terurut instruksi-instruksi yang disusun untuk menyelesaikan suatu masalah.
  • Penyusunan algoritma tidak selalu harus dilakukan (terutama untuk masalah-masalah sederhana), tetapi sangat perlu untuk masalah-masalah yang kompleks karena akan menghemat waktu dalam implementasi program pada tahap berikutnya.



  1. Tahap Implementasi
  • Tujuan dari tahap ini adalah menghasilkan program yang dapat dijalankan oleh komputer dan mengarah ke penyelesaian masalah.
  • Program adalah algoritma yang dinyatakan / dikodekan menggunakan bahasa yang dapat dikenal oleh komputer.
ALGORITMA
Dalam kehidupan sehari-hari, hampir setiap pekerjaan kita selesaikan menggunakan prosedur / aturan tertentu, misalnya membuat minum, memasak mie instant, mengendarai motor, dsb. Prosedur itu berisi langkah-langkah yang sudah tertentu urutannya. Berisi pula langkah-langkah yang hanya dikerjakan bila memenuhi syarat tertentu dan ada pula yang perlu diulang-ulang. Prosedur seperti itu dalam bidang matematika dan pemrograman komputer disebut algoritma.

Algoritma adalah serangkaian perintah yang mempunyai urutan langkah yang jelas, bukan sekedar sebuah petunjuk atau rambu-rambu. Algoritma harus cukup rinci dan jelas dilihat dari sisi agen yang akan melaksanakan algoritma tersebut.


Contoh: Algoritma mengganti lampu yang mati

Versi 1.
  1. Lepaskan lampu yang mati.
  2. Pasangkan lampu yang baru.

Versi 2.
  1. Ambil tangga dan letakkan di bawah lampu yang mati.
  2. Ambil lampu baru dengan daya yang sama.
  3. Panjat tangga tersebut sampai lampu dapat diraih.
  4. Putar lampu dengan arah berlawanan putaran jarum jam sampai terlepas dari soketnya.
  5. Tempatkan lampu baru pada soketnya.
  6. Putar lampu baru searah dengan putaran jarum jam.
  7. Turun dari tangga.
Versi 3.
  1. Posisikan tangga di bawah lampu yang mati.
  2. Ambil lampu pengganti.
  3. Jika daya dari lampu yang diambil tidak cocok dengan daya lampu yang mati, maka ulangi langkah-langkah berikut sampai lampu pengganti ditemukan:
      1. Kembalikan lampu yang telah diambil.
      2. Ambil lampu yang lain.
  4. Ulang langkah berikut hingga lampu dapat diraih:
Naik tangga satu langkah
  1. Ulang langkah berikut sampai lampu yang mati terlepas:
Putar lampu yang mati dengan arah berlawanan dengan putaran jarum jam.
  1. Tempatkan lampu baru pada soketnya.
  2. Ulang langkah berikut sampai lampu yang baru terpasang dengan aman:
Putar lampu yang baru searah dengan putaran jarum jam.
  1. Turun dari tangga.

Algoritma komputer yang baik memiliki sifat-sifat:
    • Definiteness.
Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak menimbulkan makna ganda (ambigu).
    • Effective.
Setiap langkah harus mengarah pada penyelesaian masalah dalam waktu yang berhingga.
    • Finiteness.
Seluruh rangkaian instruksi harus selesai dalam waktu yang berhingga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar